Info Sekolah
Rabu, 17 Apr 2024
  • Visi: Beriman, Berilmu, Berakhlakul Karimah, dan Berwawasn Global

Rekomendasi Asesor Visitasi Akreditas MAN 2 LOTIM 2023

Diterbitkan :

Rekomendasi Asesor Visitasi

MAN 2 Lombok Timur

×

Mutu Lulusan : Madrasah dianggap berkualitas antara lain bila siswanya memiliki rata-rata nilai ujian madrasah dan rapor kelas akhir yang meningkat secara konsisten, hal ini sesuai dengan pendapat Hal ini didukung oleh pendapat Siti Zubaedah(Universitas Negeri malang) yang menyatakan bahwa siswa harus dipicu untuk berpikir di luar kebiasaan yang ada, melibatkan cara berpikir yang baru, memperoleh kesempatan untuk menyampaikan ide-ide dan solusi-solusi baru, mengajukan pertanyaan yang tidak lazim, dan mencoba mengajukan dugaan jawaban. Kesuksesan individu akan didapatkan oleh siswa yang memiliki keterampilan kreatif. Individu-individu yang sukses akan membuat dunia ini menjadi tempat yang lebih baik bagi semuanya. Demikian pula menurut Andito “literasi, numerasi, dan karakter siswa merupakan keterampilan fondasi belajar yang akan menentukan kualitas sumber daya manusia (SDM) di masa depan, semakin baik kemampuan literasi, numerasi, dan karakter siswa, maka akan semakin baik pula prestasi belajar siswa. Oleh karenanya diperlukan: (1) Guru dalam melakukan proses pembelajaran perlu melakukan penilaian proses dan hasil belajar dengan menggunakan berbagai teknik penilaian untuk mengetahui pencapaian tujuan pembelajaran secara sistemis dan berkesinambungan; (2) Guru melakukan pengembangan profesi berkelanjutan atas inisiatif sendiri melalui beragam bentuk kegiatan belajar melalui diskusi antarteman sejawat, MGMP atau sejenisnya, belajar daring, mengikuti diklat/seminar, publikasi ilmiah, karya inovatif dan praktik baik; (3) Madrasah mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dengan melibatkan para pemangku kepentingan, serta mengimplementasikan dan mengevaluasi secara sistematis, kreatif, inovatif, dan efektif yang berkesinambungan; (4) Madrasash memberikan layanan bimbingan dan konseling dalam bidang pribadi, sosial, akademik, pendidikan lanjut, dan/atau karier untuk mendukung pencapaian dan pengembangan prestasi secara berkelanjutan dengan dukungan SDM yang berkualitas
Proses Pembelajaran : Proses belajar mengajar yang berkualitas tercermin antara lain apabila : Guru melakukan penilaian proses dan hasil belajar dengan menggunakan berbagai teknik penilaian untuk mengetahui pencapaian tujuan pembelajaran secara sistemis dan berkesinambungan yang berdampak pada perbaikan proses pembelajaran dan hasil belajar siswa. Hal ini sejalan dengan pendapat John Goodlad, seorang Tokoh Pendidikan Amerika Serikat, bahwa peran guru amat signifikan bagi setiap keberhasilan proses pembelajaran. Penelitian itu kemudian dipublikasikan dengan judul “Behind the Classroom Doors”, yang di dalamnya dijelaskan bahwa ketika para guru telah memasuki ruang kelas dan menutup pintu – pintu kelas itu, maka kualitas pembelajaran akan lebih banyak ditentukan oleh guru. disamping itu untuk menciptakan kualita PBM diperlukan: (1) Guru melakukan pengembangan profesi berkelanjutan atas inisiatif sendiri melalui beragam bentuk kegiatan belajar melalui diskusi antarteman sejawat, MGMP atau sejenisnya, belajar daring, mengikuti diklat/seminar, publikasi ilmiah, karya inovatif dan membagikan praktik baik; (2) Madrasah memberikan layanan bimbingan dan konseling dalam bidang pribadi, sosial, akademik, pendidikan lanjut, dan/atau karier untuk mendukung pencapaian dan pengembangan prestasi secara berkelanjutan dengan dukungan SDM yang berkualitas.
Mutu Guru : Salah satu indikator guru berkualitas apabila Guru melakukan pengembangan profesi berkelanjutan atas inisiatif sendiri melalui beragam bentuk kegiatan belajar melalui diskusi antar teman sejawat, MGMP atau sejenisnya, belajar daring, mengikuti diklat/seminar, publikasi ilmiah, karya inovatif dan membagikan praktik baik, hal ini sejalan dengan guru sebagai tenaga profesional yang mempunyai fungsi, peran, dan kedudukan yang sangat penting dalam mencapai visi pendidikan 2025 yaitu menciptakan insan Indonesia cerdas dan kompetitif. Karena itu, profesi guru harus dihargai dan dikembangkan sebagai profesi yang bermartabat sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Konsekuensi dari profesi guru tersebut adalah Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Guru sebagai learning agent (agen pembelajaran) yaitu guru berperan sebagai fasilitator, pemacu, motivator, pemberi inspirasi, dan perekayasa pembelajaran bagi peserta didik. Arah dan tujuan dari PKB ini sudah jelas. Selain untuk memenuhi hasrat guru dalam rangka meningkatkan karir serta kompetensi untuk mengikuti kebutuhan dan perkembangan zaman. Untuk mencapai kondisi seperti di atas diperlukan: (a) Madrasash mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dengan melibatkan para pemangku kepentingan, serta mengimplementasikan dan mengevaluasi secara sistematis, kreatif, inovatif, dan efektif yang berkesinambungan; dan (b) Madrasah memberikan layanan bimbingan dan konseling dalam bidang pribadi, sosial, akademik, pendidikan lanjut, dan/atau karier untuk mendukung pencapaian dan pengembangan prestasi secara berkelanjutan dengan dukungan SDM yang berkualitas.
Manajemen Sekolah : Manajemen pengelolaan madrasah dianggap baik apabila diantaranya memiliki kompetensi (a) mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dengan melibatkan para pemangku kepentingan, serta mengimplementasikan dan mengevaluasi secara sistematis, kreatif, inovatif, dan efektif yang berkesinambungan, untuk menghadapi perubahan kurikulum dan bisa beradaptasi dengan baik. Kepala madrasash merupakan seseorang yang memimpin suatu lembaga pendidikan formal yang menentukan keberhasilan orang-orang yang dipimpinnya. Sejalan dengan pendapat Soebagio dalam Suwar, (2000:2), kepemimpinan pendidikan membutuhkan perhatian yang baik dan utama, karena dengan kepemimpinan yang baik maka akan lahir tenaga kependidikan yang berkualitas dalam berbagai bidang sebagai pemikir, pekerja yang mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dalam hal ini, kepala madrasash harus bisa memobilisasi sumber daya madrasash mulai dari perencanaan sampai evaluasi program madrasash, pengelolaan ketenagaan dengan baik, pelayanan siswa, memperhatikan sarana dan sumber belajar, melakukan pengembangan kurikulum hingga memastikan terciptanya hubungan madrasash dengan masyarakat dan penciptaan iklim madrasash yang baik ; dan (b) Memberikan layanan bimbingan dan konseling dalam bidang pribadi, sosial, akademik, pendidikan lanjut, dan/atau karier untuk mendukung pencapaian dan pengembangan prestasi secara berkelanjutan dengan dukungan SDM yang berkualitas, sebab penyelenggaraan pendidikan yang bermutu dan efektif adalah dengan mengintegrasikan tiga komponen sistem pendidikan yang meliputi komponen manajemen dan kepemimpinan, komponen pembelajaran yang mendidik, serta komponen bimbingan dan konseling yang memandirikan (POP BK di SMA, 2016). Bimbingan dan konseling (BK) merupakan wujud dari usaha penyelenggaraan pendidikan yang bermutu melalui sistem pendidikan. Bimbingan dan konseling yang dilaksanakan di madrasash juga merupakan usaha madrasash dalam rangka mencapai tujuan pendidikan (Zamroni dan Rahardjo, 2015: 1). Demikian pula sejalan dengan pendapat Luddin (2015: 223) yang mengatakan “Kepala madrasash secara umum bertanggung jawab terhadap pengawasan dan koordinasi secara berkelanjutan mengenai perencanaan program kegiatan, pelaksanaan, pelaporan kegiatan BK, dan penyediaan intrumen/sarana pendukung layanan BK”.

 

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar